Puskesmas Pota Krisis Pengelolaan Limbah Medis akibat Sarana Prasarana Kurang Memadai

Reporter : Jailan Ahmad Editor: Redaksi
DelikNTT.com
Puskesmas Pota
Gambar: Puskesmas Pota di Kabupaten Manggarai Timur, NTT

Manggarai Timur, DELIKNTT.COM – Permenkes No 18 Tahun 2020 menyebut limbah medis dari aktivitas pelayanan pasien yakni alat medis yang telah dipakai dari limbah kesehatan seperti limbah benda tajam, limbah kimia dan limbah farmasi, harus dikelola dengan baik karena mempunyai dampak negatif yang berbahaya bagi kesehatan jika terkena tusukan benda tajam dan berdampak hepatitis B, hepatitis C serta HIV/AIDS.

Dalam hal ini, pihak Puskesmas Pota saat ditemui oleh wartawan DelikNTT. Com, pada 09 Juli 2024 belum memiliki instrumen medis yang memenuhi sesuai kebutuhan pengelolaan limbah medis dengan baik.

Mirisnya bahkan pihak Puskesmas Pota masih membawa limbah medis tersebut ke Ibukota Kabupaten Manggarai Timur di Borong dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

Kendati itu terkait hal di atas, Puskesmas Pota pasiennya tidak terlalu banyak, sehingga limbah medis yang dihasilkan pun berkurang, akan tetapi untuk hasil limbah pada tahun 2022 diantar langsung oleh pihak Puskesmas Pota ke kabupaten Manggarai Timur dengan tujuan agar dimusnahkan sesuai prosedur standar pengelolaan limbah medis.

“Kami sampai saat ini di Puskesmas Pota pasiennya kurang banyak, jadi limbah medis yang dihasilkan juga berkurang, waktu lalu di tahun 2022 limbanhnya terakhir kali kami mengantar ke kabupaten Manggarai Timur untuk dimusnahkan,” ujar Hindrayanti selaku Kepala Puskesmas Pota.

Selain itu, sekarang limbah medis ditampung di rumah sampah hasil bangunan swadaya dari pihak puskesmas, lalu limbahnya mereka pilah sesuai jenisnya.

“Maka setelah itu, sampai sekarang limbah medis masih kami tampung di rumah sampah yang dibangun secara swadaya, kemudian pengelolaannya kami pilah sesuai jenis limbah medisnya”, tambah Hindrayanti.

  • Bagikan