Mesin pencetak, kertas, dan tinta datangkan langsung dari China pada Mei 2024. Produksi masif pun dimulai, dan gedung perpustakaan UIN Alauddin Makassar menjadi lokasi utama operasinya.
Pada bulan September 2024, mesin pencetak uang palsu diangkut ke perpustakaan kampus. Dua bulan kemudian, uang palsu senilai Rp 150 juta mulai matiarkan. Peralatan canggih yang digunakan termasuk mesin cetak khusus, kertas berkualitas tinggi, dan tinta khusus impor.
“Kami menemukan mesin cetak dan perlengkapan lainnya yang didatangkan dari China. Semua ini digunakan untuk memproduksi uang palsu dalam jumlah besar,” ungkap Yudhiawan.
Polisi kini telah menetapkan 17 orang sebagai tersangka.Mereka menghadapi ancaman hukuman berat atas tindak kejahatan yang merugikan ekonomi masyarakat.
“Kasus ini masih terus kami kembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tutup Yudhiawan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








