Topik : 

Universitas Islam Batik Surakarta Buka Lowongan Dosen Hingga 4 Mei, Cek Persyaratannya di Sini

Reporter : Jun Editor: Redaksi
DelikNTT.com
uniba surakarta

DelikNTT.Com – Pada tahun 1978 didirikan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Surakarta yang disingkat dengan YAPERTIS. Yayasan ini dimotori oleh panitia tujuh yang diketuai oleh Drs. Soenarwan. Adapun panitia tujuh itu terdiri dari: KH. Ali Darokah, Drs. H. Syarifah Muhtarom, Drs. H. Komari Alwan, Drs. Moh. Badri, H. Muhammad Amir, SH, Drs. H. Soenarwan, dan Bachrun Martosukarto, SH. Setelah terbentuk YAPERTIS, KH. Ali Atmodjo didaulat sebagai ketua umum YAPERTIS dengan sekretarisnya Drs. Moh. Badri, dan Bendahara H. Ahmad Joyosuro, dan KH. Ali Darokah sebagai penasehat.

Pemberian nama Islam dalam UNIBA ini sengaja disemangatkan oleh KH. Ali Atmodjo, sebagai wujud dari sejarahnya bahwa universitas itu berdiri dari sejarah pendidikan Islam yang digagas oleh para pendahulu-pendahulunya. Penggantian nama ini sekaligus sebagai jawaban atas berbagai isu yang berkembang, bahwa KH. Ali Atmodjo tidak punya maksud sedikitpun untuk mengambil keuntungan dari kejadian itu. Yang diinginkannya adalah memperlancar operasional guna menindaklanjuti visi pendidikan Islam yang digagas para pendahulunya.

Sebagai pengganti nama Kyai Modjo, maka digantikanlah dengan nama Batik, sehingga namanya menjadi Universitas Islam Batik Surakarta.

Pemberian nama Batik ini sendiri mempunyai alasan tersendiri. Selain karena idenya diusung oleh para pengusaha-pengusaha batik Surakarta, ada alasan lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu nama Batik dimaksudkan untuk mewakili tradisionalitas. Makna Tradisionalitas ini disandingkan dengan nama Islam diharapkan akan menjadi ciri kesejatian visi pendidikan yang diusung para ulama Solo ketika itu.

Para ulama pada waktu itu khawatir dengan merebaknya budaya baru yang bercorak western menjangkiti generasi muda. Untuk mengerem laju modernitas yang berpotensi merusak tatanan moralitas bangsa, maka perlu pendidikan yang berlandaskan agama Islam dan tidak melupakan budaya bangsa, yang sebenarnya mempunyai keagungan tersendiri. Pemberian nama itu sendiri bukan berarti menolak seluruhnya atas modernitas. Modernitas tetap diadopsi melalui penyerapan ilmu-ilmu dan teknologi yang dipelajari di dalam mata kuliah.

Baca Juga :  Bank BPR Sarina Buka Lowongan Kerja Sebagai Direktur Bisnis, Cek Persyaratannya di Sini
  • Bagikan