Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wawali Kupang Buka Even Budaya Fatululi 2025, Tekankan Peran Ekonomi dan Pelestarian Budaya

Reporter : Jai Editor: Redaksi
Serena
Foto: Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis membuka Even Budaya Fatululi 2025 di Pasar Oebobo

DELIKNTT.COM  – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc, menegaskan bahwa penyelenggaraan even budaya tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, melainkan juga memperkuat posisi Kelurahan Fatululi sebagai salah satu pusat ekonomi kota. Hal tersebut disampaikan saat dirinya membuka Even Budaya Fatululi 2025 yang digelar di area parkir Pasar Oebobo, Kamis (21/8/2025).

“Di sini berdiri Pasar Oebobo, salah satu pusat ekonomi rakyat terbesar di Kota Kupang, yang juga ditopang oleh pusat perbelanjaan dan aktivitas perdagangan yang ramai. Karena itu, Pentas Budaya Fatululi tidak hanya menumbuhkan identitas budaya, tetapi juga memperkuat posisi Fatululi sebagai salah satu pusat ekonomi kota yang hidup dan berdaya,” ujar Serena.

Scroll kebawah untuk lihat konten
WhatsApp Image 2025 05 31 at 18.15.04
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menurutnya, festival budaya lebih dari sekadar hiburan. Event ini menjadi wadah menggali potensi lokal, mendorong UMKM, serta menghidupkan pariwisata melalui atraksi seni, kuliner, dan kerajinan khas daerah.

Wawali juga menekankan pentingnya melestarikan budaya di tengah derasnya arus globalisasi.

“Anak-anak kita sekarang dengan mudah terhubung ke dunia luar lewat gawai. Karena itu, festival seperti ini penting agar budaya kita tetap lestari dan generasi muda tetap bangga dengan akar budayanya,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk semakin mengenalkan motif tenun sepe sebagai identitas khas Kota Kupang.

“Kemarin saat upacara penurunan bendera 17 Agustus, saya mengenakan motif sepe. Mari kita bersama-sama banggakan motif tenun ini sebagai ciri khas Kota Kupang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Drs. Bernard Haning menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat persatuan warga, menumbuhkan rasa cinta budaya lokal, sekaligus memeriahkan HUT ke-80 RI.

“Kami bersyukur seluruh pihak terlibat, baik pemerintah, lembaga masyarakat, pelaku usaha, maupun sponsor, sehingga acara ini dapat berjalan baik,” ucapnya.

Event budaya yang berlangsung selama dua hari di depan Pasar Oebobo ini menampilkan berbagai lomba dan atraksi, mulai dari pentas tari daerah dari 13 RW, lomba pidato antar SD, hingga lomba kebersihan antar RW.

Baca Juga :  Aliansi Pemuda Peduli Pemilu Datangi Polres Kupang, Begini Tuntutannya

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM

+ Gabung

  • Bagikan