Dalam kesempatan itu, Wali Kota memuji kerja keras Lurah Nefonaek, perangkat kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, serta Karang Taruna yang berhasil menggelar event budaya dengan meriah. Menurutnya, kegiatan budaya bukan sekadar hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Ketika budaya dipadukan dengan agama dan nasionalisme, maka lahir juga geliat ekonomi. UMKM bisa berjualan, uang berputar, dan masyarakat sejahtera,” jelasnya.
Christian juga menyinggung program inovatif Pemkot Kupang berupa lomba kebersihan antar kelurahan. Nefonaek yang meraih juara pertama tahun ini berhak atas bantuan pembangunan senilai Rp1 miliar, serta dana pemberdayaan masyarakat Rp65 juta.
Ia menegaskan, pola kompetisi sehat ini membuat pembangunan lebih adil dan langsung menyentuh masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengutip pesan Bung Hatta tentang cahaya Indonesia. Menurutnya, cahaya bukan datang dari obor besar di ibu kota, tetapi dari lilin-lilin kecil di desa dan keluarga.
“Kalau Kota Kupang hari ini bercahaya, itu karena lilin-lilin kecil di kelurahan, RT, RW, dan keluarga. Dan malam ini lilin itu menyala terang di Nefonaek,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Nefonaek, Josephina N. Ungirwalu, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan Gebyar Kemerdekaan dan Event Budaya yang berlangsung 12–18 Agustus 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








