DELIKNTT.COM – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi menutup Festival Seni Budaya, Olahraga, Bakti Sosial, dan Senam Sehat Bersama dalam rangka perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Moina, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Senin (18/8/2025).
Acara penutupan dihadiri Anggota DPRD Kota Kupang Keny Sau dan Dominggus Kale Hia, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang beserta jajaran, Camat Maulafa, Lurah Sikumana, para ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan kehadirannya di Sikumana sebagai bentuk kecintaan dan kedekatannya dengan masyarakat.
“Hari ini banyak sekali acara, tapi untuk Sikumana saya harus hadir sendiri, bahkan bersama istri saya, Ketua PKK Kota Kupang. Ini bukti sayang dan cinta saya untuk keluarga besar Kelurahan Sikumana,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.
Christian juga menyampaikan apresiasi terhadap peran DPRD, jajaran Pemkot, serta dukungan penuh masyarakat dalam mendukung program pembangunan. Ia mengajak warga menyalakan semangat perjuangan baru untuk melawan kemiskinan, pengangguran, dan ketidakadilan.
“Kalau dulu pendiri bangsa berjuang melawan penjajah, hari ini perjuangan kita adalah melawan kemiskinan, pengangguran, dan kebodohan. Festival budaya ini juga bagian dari perjuangan karena menggerakkan ekonomi, memberi ruang kreativitas, dan menumbuhkan kebersamaan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota kembali menegaskan komitmennya membangun Kota Kupang dengan pola kepemimpinan yang melayani, bukan sekadar memerintah. Ia mencontohkan kebijakan efisiensi anggaran, termasuk keputusan tidak membeli mobil dinas baru, agar dana bisa dialihkan untuk kepentingan masyarakat.
“Kalau hari ini Kota Kupang bercahaya, itu bukan karena obor di kantor wali kota, tapi karena lilin-lilin kecil di kelurahan, kecamatan, dan dinas. Karena kerja kita semua, Kota Kupang menyala,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya Sikumana, Yermi Lassa, menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, festival bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sarana mempererat persatuan dan gotong royong warga.
“Perayaan ini adalah wujud kebersamaan dan semangat persaudaraan yang diwariskan para pejuang bangsa. Mari kita terus menumbuhkan persatuan untuk membangun Sikumana, Maulafa, dan Kota Kupang yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Festival HUT RI ke-80 di Sikumana berlangsung meriah dengan berbagai perlombaan, mulai dari sepak bola berdasar, tarik tambang, lari kaki, fun game anak-anak, hingga lomba tarian kreasi etnik. Panitia menyediakan hadiah berupa piala dan uang tunai dengan total belasan juta rupiah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








