Salah satu contoh warisan budaya yang disebut Serena adalah motif Sepe, motif khas Kota Kupang yang ditemukan pada tahun 2020 dan kini menjadi simbol lokal yang harus dilestarikan.
Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai kalangan: 6 pelaku usaha, 11 ibu rumah tangga, dan 8 anak muda dari generasi Gen Z dan milenial. Selama dua hari (19–20 Juni 2025), peserta akan menerima pembekalan teori dan praktik langsung dalam membuat produk kriya kombinasi tenun dan rajut.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Margaritha Salean, S.E., M.A.P., menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan menciptakan wirausaha baru, mendorong inovasi produk lokal, dan memperkuat keterampilan digital peserta.
Serena juga menekankan pentingnya pemasaran digital bagi UMKM di era modern. Ia mendorong peserta untuk menggunakan media sosial dan e-commerce seperti TikTok, Shopee, Tokopedia, Facebook Pro, dan Instagram dalam memasarkan produk secara luas dan efektif.
Selain itu, Serena mengumumkan peluncuran Sunday Market atau SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang) yang akan digelar Sabtu, 21 Juni 2025 di Taman Nostalgia. Program ini akan menjadi wadah promosi dan transaksi langsung bagi pelaku UMKM lokal, sebagai bagian dari 100 hari kerja Pemkot Kupang.
“Pemerintah harus hadir mendampingi masyarakat, termasuk UMKM agar mandiri dan berkembang,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Wakil Wali Kota Kupang mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini secara maksimal dan turut melestarikan budaya lokal melalui ekonomi kreatif.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








