DELIKNTT.COM – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Masjid Agung Al-Fatah Kalabahi menjadi saksi terlaksananya Tabligh Akbar dengan memuat tema “Memaknai Kemerdekaan dengan Menguatkan Persatuan dan Kesatuan”. Tabligh Akbar menghadirkan penceramah Drs. Moh. Bajher Kamahi, M.Pd. Kegiatan terselenggara atas prakarsa bidang Tarjih, Tajdid, Tabligh, dan Dakwah Khusus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Alor. Kehadiran jamaah memenuhi ruangan masjid, mulai dari jajaran pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah, majelis serta lembaga Muhammadiyah, pimpinan ortom, pimpinan amal usaha, PCM dan PCA se-Kalabahi, ketua ta’mir masjid, majelis taklim, remaja masjid, para kepala KUA wilayah Alor Barat Laut dan Kecamatan Teluk Mutiara, hingga masyarakat luas yang berbaur bersama jamaah Masjid Agung Al-Fatah. (16/08/25)
Dalam tausyiahnya, Drs. Moh. Bajher Kamahi menekankan pentingnya menjaga nilai akhlak sebagai fondasi dalam mewujudkan persatuan. Beliau mengingatkan bahwa kemerdekaan sebagai ruang untuk membangun kehidupan umat yang berakhlak.
“Untuk bersatu kita harus punya jiwa satu kesatuan. Yang ditagih bukan sekadar ucapan persatuan, melainkan nilai akhlak yang kita jalankan dalam keseharian,” ucapnya.
Lebih jauh beliau menjelaskan bahwa Al-Qur’an telah memberi pedoman agar umat bersatu. Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.
“Apakah kita nafikan perbedaan itu? Tidak, karena Allah mengingatkan, ‘Aku ciptakan kalian laki-laki dan perempuan, berbangsa dan bersuku, agar kalian saling mengenal’. Dari situ lahir takwa, yaitu mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya,” tambahnya.
Dalam pandangan beliau, persatuan lahir dari interaksi sosial. Seseorang tidak mungkin bersatu tanpa berjumpa dengan sesama. Dari perjumpaan lahir ta’aruf, saling mengenal, hingga akhirnya tercipta hubungan yang kuat antarumat.
“Hari ini banyak orang hanya mau mengenal ketika ada kepentingan. Padahal Islam mengajarkan, sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Semua berangkat dari diri masing-masing. Kalau kita mau memulai dengan salam, lalu saling tolong-menolong, maka persatuan itu terwujud,” ungkapnya.
Beliau juga menyinggung pentingnya doa serta solidaritas bagi Palestina dan Gaza.
“Kalau punya harta, tolong dengan harta. Kalau punya tenaga, tolong dengan tenaga. Kalau tidak mampu, tolong dengan doa. Maka doa kita untuk saudara di Palestina adalah kewajiban. Meski dunia diam, umat Islam tidak boleh berhenti berdoa dan membantu,” tegasnya di hadapan jamaah.
Dalam kesempatan yang sama, beliau menekankan perlunya mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi. Sikap mendahulukan orang lain menjadi salah satu kunci memperkuat persatuan dan kesatuan.
“Kalau kita bisa mendahulukan orang lain daripada diri sendiri, maka kita sedang meningkatkan nilai persaudaraan,” tuturnya.
Acara tersebut berjalan dengan khidmat, Jamaah larut dalam suasana kebersamaan, mencerminkan semangat ukhuwah Islamiyah yang senantiasa dirawat Muhammadiyah bersama seluruh elemen umat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








