
Menurut Rahmad, ujian disertasinya berlangsung intens dan penuh dengan kritik, analisis mendalam, serta masukan konstruktif dari para penguji. Ia menilai proses tersebut sebagai pengalaman intelektual yang sangat berharga dalam menyempurnakan kualitas disertasinya.
“Sidang tertutup benar-benar dikuliti. Para penguji mengoreksi dan memberikan saran yang membangun. Saya merasa luar biasa. mental dan semangat juang cukup di uji” ungkapnya usai sidang.
Perjalanan Rahmad menuju jenjang doktoral bukanlah hal yang mudah. Ia menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi ekonomi. Berbekal ikhtiar dan doa, ia berhasil melewati tahap per tahap setiap hari. Masih tersisa satu tahap lagi, yakni ujian terbuka atau promosi doktor, sebelum ia resmi menyandang gelar doktor.
Rahmad berharap pencapaiannya ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Alor dan daerah lainnya agar tidak ragu bermimpi meraih pendidikan tinggi.
“Semua yang dilakukan tentang perjuangan, tentang sabar, dan tentang harapan. Semoga apa yang saya tempuh dapat memotivasi adik-adik di Alor untuk terus mengejar pendidikan tanpa takut pada keterbatasan,” ujarnya. (Red)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








