Vice Treasury PELNI, Fauziah Ferryna, menjelaskan bahwa fasilitas biogas terdiri atas bangunan mixer dan tangki kedap udara untuk menampung gas. Tangki ini terhubung langsung dengan jaringan pipa gas ke rumah-rumah warga.
“Limbah kotoran sapi akan dimasukkan ke dalam mixer, kemudian dicampur air dengan takaran tertentu. Proses fermentasi anaerobik di tangki kedap udara menghasilkan gas yang bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti lampu dan kompor gas,” kata Ferryna.
Melalui pembangunan digester biogas ini, PT PELNI menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat lokal. Dengan memanfaatkan limbah ternak sebagai sumber energi alternatif, program ini tidak hanya membantu peternak mengelola limbah tetapi juga menyediakan solusi hemat energi bagi warga Kupang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








