Program Menanam Malapari Panen Porang, Pemda Lembata Dukung Penuh PT Batara & Yayasan Anton Enga Tifaona

Kontributor : JT Editor: Redaksi
DelikNTT.com
WhatsApp Image 2023 10 03 at 15.53.22
Foro: Pemerintah Kabupaten Lembata foto bersama dengan BRIN

Lembata, DelikNTT.Com – Manajemen PT Lembata Hira Sejahtera (BATARA) & Yayasan Anton Enga Tifaona yang berkolaborasi dengan Daemeter dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata melalui rapat audiens bersama Sekda Lembata, Paskalis Ola Tapobali yang bertempat di ruang rapat Bupati Lembata, pada Senin (2/10/2023) sore.

Pantauan Media, Rapat audiens tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial, Markus Labi Waleng, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lembata, Kanisius Tuak, Camat Wulandoni, Hadi Abdullah, Kepala Dinas KPH Kabupaten Lembata, Linus, dan beberapa jajaran Setda Lembata.

Selanjutnya, CEO PT Lembata Hira Sejahtera, Alexander Bala Tifaona bersama Konsultan Aspek Sosial ekonomi dan lingkungan, Dr. Maria Ratna Ningsih, Konsultan Pusat Masyarakat dan Budaya,Badan Riset dan Inovasi Nasional, Ibu Desmi bersama rekannya tengah melaporkan kegiatan sosialisasi program Menanam Malapari Panen Porang yang dilaksanakan pada hari Minggu 1 Oktober yang lalu di Aula Kantor Camat Wulandoni kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata.

Kesempatan itu, CEO PT Lembata Hira Sejahtera , Alexander Bala Tifaona, mengatakan bahwa, Program menanam Malapari Panen Porang lahir dari dua isu penting yang muncul saat ini baik di skala internasional (Dunia) maupun skala nasional (Indonesia) diantaranya ; Perubahan iklim, dimana secara global saat ini lagi pusing bagaimana cara untuk menyelamatkan dunia dengan adanya perubahan iklim yang terjadi, sehingga hal ini pihaknya percaya bahwa salah satu cara menyelamatkan bumi yaitu menanam.

Sementara isu yang kedua adalah semua kita tentunya mencari atomatif karena menambang minyak bumi, menurut Alex, Dari fosil ini ternyata ditemukan dampaknya mengganggu udara sehingga pencairan energi alternatif saat ini lebih dikenal dengan energi Biotik,,dari kedua isu ini kita menemukan barang malapari, Ungkapnya.

Baca Juga :  Truk Pengangkut 35 Kotak Suara di NTT Terperosok ke Sungai, Sopir Diduga Lalai

Maka itu, kita mendorong program yang di sebut dengan Mama Papa, yang mana Malapari ini sudah cukup banyak riset Jurnal bahkan pada tahun sebelumnya 15 tahun yang lalu sudah kami sudah melakukan riset , Dan malapari ini tanaman endemik hampir ditemukan di pantai seluruh Indonesia, sedangkan khusus di Kabupaten Lembata melalui Dinas kehutanan sudah menemukan kurang lebih 400 pohon, artinya potensinya sangat besar tanaman andemik di kabupaten Lembata. Jelasnya.

  • Bagikan