Selain upaya medis, Yewangoe menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menghilangkan stigma terhadap penderita TBC. Stigma sering kali menghalangi penderita untuk mencari pengobatan dini, padahal penanganan cepat dapat mencegah penyebaran lebih lanjut.
“Kami berharap kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam mengurangi angka kasus TBC, khususnya pada anak-anak, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh di lingkungan yang sehat,” ungkap Yewangoe.
Pj. Wali Kota Linus Lusi mengapresiasi dukungan IBI dan UNICEF yang selama ini membantu pemerintah Kota Kupang menangani berbagai masalah kesehatan. Ia berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat diteruskan oleh Wali Kota terpilih di masa depan.
“Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama.Kami optimistis bahwa sinergi ini akan membawa hasil yang maksimal,” tutupnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








