Sementara itu, Plt. Kakanwil HAM NTT, Oce Yuliana Naomi Boymau, menjelaskan bahwa lembaganya tengah memprioritaskan penguatan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Hak Asasi Manusia di berbagai kalangan, seperti ASN, pelaku usaha, tenaga pendidik, dan pelajar.
“Kami berharap dukungan dari Pemkot Kupang agar pelaksanaan RANHAM dapat berjalan optimal, meskipun kami masih menghadapi keterbatasan fasilitas,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyatakan keterbukaan Pemkot terhadap kerja sama dan kolaborasi lintas sektor.
“Pemerintah Kota Kupang sangat terbuka untuk kolaborasi. Ini merupakan langkah awal yang baik untuk membangun sinergi dengan semua pihak,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kemitraan di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, serta mengutip pepatah Latin “Ubi concordia, ibi victoria” – di mana ada persatuan, di situ ada kemenangan – sebagai semangat kerja sama.
Lebih lanjut, Wali Kota menyatakan kesiapan Pemkot Kupang untuk mendukung program penguatan HAM, termasuk pelatihan ASN mengenai isu-isu penting seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pemenuhan hak-hak dasar di bidang pendidikan dan kesehatan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








