Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

IWSS NTT dan Kota Kupang Periode 2025-2030 Resmi Dikukuhkan, Komitmen Bangun Komunitas Inklusif

Reporter : Jai Editor: Redaksi
IMG 20250719 WA0026
Foto: Pengurus Ikatan Wanita Sulawesi Selatan Provinsi NTT foto bersama dengan tamu undangan usai pengukuhan di Aula El Tari Kupang, Sabtu (19/7/25).

DELIKNTT.COM – Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Provinsi Nusa Tenggara Timur dan IWSS Cabang Kota Kupang resmi dikukuhkan untuk periode 2025–2030. Acara pengukuhan berlangsung khidmat di Aula El Tari Kupang, Sabtu (19/7/25) pagi, mengangkat tema “Peran IWSS Sebagai Mitra Pemerintah dalam Membangun Komunitas yang Inklusif serta Kontribusi Perempuan di Bumi Perantauan Flobamora Tercinta.”

Sejumlah tokoh penting hadir dalam acara ini, di antaranya Plt. Kepala Badan Kesbangpol Provinsi NTT Regina M. Manbait, S.Sos, mewakili Gubernur NTT. Turut hadir pula Wakil Sekjen PP IWSS Departemen Sosial Tanggap Bencana Haji Andi Rohman, Kakan Kemenag Kota Kupang Antonius Ngga’a Rua, perwakilan Forkopimda NTT dan Kota Kupang, serta pimpinan organisasi keagamaan dan perempuan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
WhatsApp Image 2025 05 31 at 18.15.04
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dalam sambutannya, Ketua IWSS Kota Kupang, Siti Hamalna, S.HI, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Ia menekankan bahwa menjadi pengurus IWSS bukanlah jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk melestarikan budaya leluhur dan memberdayakan perempuan di tanah rantau.

“IWSS bukan sekadar organisasi, tapi rumah besar tempat belajar, memperjuangkan nilai budaya, serta hadir sebagai solusi atas tantangan sosial dan pendidikan yang dihadapi perempuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP IWSS, Dra. Hj. Andi Nurhiyari, M.Si menegaskan bahwa IWSS harus memberikan dampak kepada semua lapisan masyarakat di NTT. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi dengan pemerintah serta pelestarian bahasa dan budaya Sulawesi Selatan seperti Bugis, Makassar, dan Toraja.

“IWSS bukan melihat latar belakang, tapi kesamaan misi. Budaya kita jangan sampai punah. Kami ingin warisan leluhur tetap hidup di tanah perantauan,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua PW IWSS, Dr. Ir. H. Andi Kumalawati, M.T, menekankan lima tantangan besar yang menjadi fokus IWSS ke depan: kemiskinan, kekerasan terhadap perempuan, rendahnya pendidikan wanita, kualitas kesehatan ibu dan anak, serta keterwakilan perempuan dalam politik.

“Sekali merantau, pantang pulang sebelum berhasil. IWSS harus jadi wadah perempuan Sulsel di perantauan untuk mandiri, berdaya, dan profesional,” katanya.

Ketua KKSS NTT, Hj. Muhammad Darwis juga menambahkan bahwa IWSS memiliki potensi besar untuk mendorong perempuan menjadi lebih maju dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat NTT. Ia menggarisbawahi bahwa IWSS adalah organisasi terbuka lintas agama dan latar belakang.

Baca Juga :  Jadwal Kapal Ferry ASDP NTT Senin 20 Mei 2024 Lengkap dengan Rute dan Jam Keberangkatannya

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM

+ Gabung

  • Bagikan