Galang Dana Ratusan Juta untuk Pembangunan Masjid dan Lembaga Pendidikan di NTT, Anwar Pua Geno Beri Apresiasi kepada MUI Kota Kupang

Reporter : Jailani Tong Editor: Redaksi
DelikNTT.com
Anwar Pua Geno
Foto: Anwar Pua Geno, S.H memberikan apresiasi kepada MUI Kota Kupang atas penggalangan dana infak yang dilakukan melalui safari ramadan 1445 H di acara Halal Bi Halal di Auala Utama Universitas Muhammadiyah Kupang, Minggu (28/04/2024).

Kupang, DelikNTT.Com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang selama bulan ramadan 1445 H telah melakukan kegiatan safari sebanyak empat kali di masjid yang berbeda, yaitu Masjid Al Fatah Kampung Solor, Masjid Baiturrahman Perumnas, Masjid Raya Nurussa’adah, dan Al Faidah RSS Oesapa.

Tujuan dari kegiatan tersebut, selain menjalin silaturahim juga melakukan penggalangan dana melalui gerakan infak untuk membantu pembangunan masjid dan lembaga-lembaga pendidikan yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dana yang berhasil dikumpulkan melalui safari ramadan sebesar Rp. 130.037.500 dan telah diserahkan secara langsung kepada masjid dan lembaga pendidikan di NTT, bertepatan dengan Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh MUI Kota Kupang di Aula Utama Universitas Muhammadiyah Kupang, Minggu (28/04/2024).

Acara tersebut mengangkat tema “Rajut Silaturahim, Kuatkan Ukhuwah, Merajut Kesatuan Ummat”. Hadir dalam acara itu, H. Anwar Pua Geno, S.H (perwakilan MUI Provinsi) , Antonius Nggaa Rua (Kakan Kemenag Kota Kupang), Pendeta Jeki Latuperisa (Ketua FKUB Kota Kupang), dan Ormas se Kota Kupang.

Anwar Pua Geno yang mewakili Ketua Umum MUI NTT karena berhalangan hadir memberikan apresiasi kepada kerja MUI Kota Kupang terkait penggalangan dana yang diperuntukkan untuk membantu pembangunan masjid dan lembaga pendidikan di NTT. Ia juga mengajak kepada MUI di seluruh NTT agar dapat melakukan hal yang sama.

“Kalau 22 kota kabupaten di NTT mengikuti langkah MUI Kota Kupang, maka separuh masalah keumatan terselesaikan, ungkap mantan Ketua DPRD Provinsi NTT saat memberikan sambutan di acara Halal Bi Halal.

Baca Juga :  WANTED CUP V: Dari Sepak Bola Kolonial menjadi Sepak Bola Millenial
  • Bagikan