Perempuan kelahiran Lampung ini juga tak ragu membagikan kisah pribadinya. Dengan gaya khas yang santai namun sarat makna, ia bercerita tentang pengalamannya berkuda yang menjadi bentuk ekspresi kecerdasan kinestetik sekaligus sarana untuk mengenal diri.
“Kalau saya lebih suka bergerak aktif, itu tanda-tanda kinestetik,” ujarnya sambil tersenyum.
Minat berkudanya ini ternyata juga menurun pada putranya yang memiliki hobi serupa dan sering diajak berlatih bersama.
Kegiatan seminar ini merupakan bagian dari program penguatan karakter remaja berbasis pengenalan potensi. Panitia berharap, kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada para santri untuk lebih percaya diri dalam menggali kemampuan masing-masing.
“Santri zaman sekarang harus tahu potensi diri agar bisa bersaing secara sehat di era digital,” ujar salah satu panitia, Ahmad Lutfi.
Seminar ini ditutup dengan sesi refleksi dan pembagian kuisioner minat-bakat. Para peserta tampak antusias mengisi form tersebut sambil berdiskusi dengan teman di sampingnya.
“Saya baru tahu ternyata saya kuat di interpersonal dan linguistik. Jadi makin semangat nulis dan berdiskusi,” ungkap Rafiq, salah satu santri kelas 10.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp DelikNTT.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








